Mengapa Harga Tiket Pesawat Mahal & Harga Naik?

Mengapa harga tiket pesawat mahal dan harga naik memiliki banyak faktor dan penyebabnya. Karena itu, sebelum membeli tiket pesawat, kamu harus mengetahui beberapa faktor yang membuat harga tiket pesawat naik. Sehingga saat mebeli tiket pesawat nantinya kamu bisa mendapatkan harga murah.

Di tahun 2022 yang lalu, kamu yang biasa berpergian menggunakan transportasi udara pesawat mungkin kaget. Karena ketika ingin membeli tiket pesawat harganya naik. Karena kenaikan harga ini membuat kamu penasaran mengapa harga tiket pesawat mahal dan harga naik.

Kenaikan harga tiket pesawat di Indonesia terjadi di bulan April tahun 2022 yang lalu. Hal ini berkaitan dengan terjadinya peningkatan permintaan perjalanan dan faktor lainnya.

Mengapa Harga Tiket Pesawat Mahal & Harga Naik?

Lalu mengapa harga tiket pesawat mahal dan harga naik akan kami jelaskan di bawah ini. Sehingga nantinya kamu tidak lagi kaget atau mengeluh ketika membeli tiket pesawat dengan harga mahal.

1. Harga Avtur Atau Bahan Bakar Pesawat Naik

Faktor pertama yang bisa menyebabkan harga tiket pesawat mahal adalah harga bahan bakar pesawat yaitu Avtur naik. Jadi ketika kamu membeli tiket pesawat domestik ataupun internasional pastinya harganya akan mengalami kenaikan.

Dengan naiknya harga avtur ini tentunya akan menyebabkan perhitungan harga tiket semua maskapai penerbangan akan naik. Ditambah lagi terdapat juga biaya lainnya seperti ground landing, navigasi, dan lalu lintas udara. Sehingga tidak heran jika faktor ini sangat mempengaruhi kenaikan harga tiket pesawat.

Baca Juga:  Kalkulator Menghitung Selamatan Orang Meninggal Online

Pada 1-14 Juni 2022 yang lalu contohnya harga avtur telah mencapai Rp 15.749 per liter. Padahal sebelumnya di tanggal 1-14 Juni 2021 harga avtur hanya Rp 9.154 per liter. Artinya harga avtur ini mengalami kenaikan sebesar Rp 6.595 per liternya. Jadi kasus seperti inilah yang membuat harga tiket pesawat jadi lebih mahal dan tinggi dari sebelumnya. Karena harga avtur ini akan mengikuti harga minyak mentah internasional.

Baca juga : Cara Beli Tiket Garuda di Traveloka Melalui Website dan Aplikasi

2. Penyesuaikan Kondisi Pasca Pandemi

Tentunya maskapai penerbangan akan membutuhkan waktu untuk kembali memulihkan perusahaannya yang terdampak pandemi. Karena di saat pandemi yang lalu banyak maskapai penerbangan yang tidak beroprasi. Sehingga setelah beroperasi kembali maskapai penerbangan harga menutup biaya yang dikeluarkan perusahaan saat pandemi yang lalu.

Sehingga semua perusahaan maskapai penerbangan harus melakukan penyesuaian harga tiket pesawat saat ini. Agar perusahaan yang dimilikinya bisa bertahan pasca pandemi.

3. Tingginya Permintaan Dibanding Penawaran

Harga tiket pesawat mahal dan naik juga bisa disebabkan karena adanya tingginya permintaan dibanding penawaran. Dimana setelah pandemi mulai usai, tingkat permintaan akan penerbangan semakin tinggi.

Sedangkan penawaran yang diberikan oleh maskapai penerbangan terbatas. Apalagi ketika masih ada aturan tentang pembatasan jumlah pesawat yang boleh beroperasi dan pembatasan kursi.

Maka hal ini menyebabkan permintaan jauh lebih besar dibandingkan penawaran yang menyebabkan harga tiket jadi naik.

Baca juga : Cara Beli Tiket Pesawat di Agoda

4. Jumlah Armada dan Kursi Dibatasi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, saat ini maskapai penerbangan masih membatasi jumlah pesawat yang beroperasi. Sehingga menyebabkan kursi penumpang jadi lebih sedikit.

Baca Juga:  Apa itu Pipo Tiktok? Cara Mendapatkan Uang Jutaan Rupiah

Jadi ketika maskapai penerbangan menjual tiket dengan harga murah, maka harga tiket tersebut tidak akan menutup biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Karena itu, cara yang harus dilakukan perusahaan maskapai penerbangan adalah menaikan harga tiket pesawat.

5. Kebijakan Pemerintah

Penyebab harga tiket pesawat mahal dan naik selanjutnya adalah karena kebijakan dari pemerintah. Khusus penerbangan dosmetik Kementrian Perhubungan telah memberikan izin kepada seluruh maskapai penerbangan untuk menambahkan biaya tambahan.

Biaya tambahan ini akan dibebankan konsumen yang telah dimulai sejak 18 April 2022 yang lalu. Karena itu, sampai sekarang ada kemungkinan harga tiket pesawat belum bisa kembali normal seperti sebelum pandemi.

Karena adanya faktor kenaikan harga avtur membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membebaskan maskapai penerbangan mengenakan biaya tambahan. Karena kenaikan harga bahan bakar ini menyebabkan kenaikan biaya operasional hingga lebih dari 10 persen.

Sehingga harga tiket pesawat diperbolehkan mengalami kenaikan dengan batas maksimal 20 persen dari tarif batas atas untuk pesawat propeller. Sedangkan untuk epsawat berbeadan besar atau pesawat jet kenaikan tiket pesawat maksimal 10 persen.

Baca juga : Cara Beli Tiket Pesawat di Tiket.com Yang Mudah dan Praktis

6. Tarif Tiket Pesawat Diserahkan Berdasarkan Mekanisme Pasar

Mengapa harga tiket pesawat mahal dan harga naik juga bisa disebabkan karena tarif tiket disesuaikan dengan mekanisme pasar. Dimana pemerintah hanya menetapkan TBA (tarif batas atas) dan TBB (tarif batas bawah) untuk penerbangan rute domestik di kelas ekonomi.

Sedangkan untuk kelas bisnis untuk perjalanan domestik, tarif tidak diatus pemerintah. Jadi maskapai penerbangan dibebaskan memberikan harga tiket sesuai mekanismepasar. Temasuk rute penerbangan internasional juga tidak diatur pemerintah dan didasarkan pada mekanisme pasar saja.

Baca Juga:  Apa itu Abodemen Listrik? Cara Menghitung Biaya Watt

Hal ini membuat maskapai penerbangan bisa dengan bebas menetapkan harga tiket penerbangan internasional yang disesuaikan dengan mekanisme pasar atau situasi.

Jadi itulah jawaban pertanyaan mengapa harga tiket pesawat mahal dan harga naik. Tetapi di 2023 dikabarkan harga tiket pesawat mulai turun, kamu bisa baca artikel Kapan Harga Tiket Pesawat Turun? Simak Penjelasannya disini.